Great Mosque of Mecca

The Great Mosque of Mecca, also called the Grand Mosque, is the largest mosque in the World, and surrounds Islam's holiest place, the Kaaba, in the city of Makkah, Hijaz, Saudi Arabia. Muslims face in the Qiblah while performing Salat.

Al-Masjid an-Nabawi

Al-Masjid an-Nabawī is a mosque established and originally built by the Islamic prophet Muhammad, situated in the city of Medina in Saudi Arabia.

Al-Aqsa Mosque

Al-Aqsa Mosque, also known as Al-Aqsa and Bayt al-Maqdis, is the third holiest site in Islam and is located in the Old City of Jerusalem.

Badshahi Mosque

The Badshahi Mosque is a Mughal era mosque in Lahore, capital of the Pakistani province of Punjab. The mosque is located west of Lahore Fort along the outskirts of the Walled City of Lahore.

Faisal Mosque

Faisal Mosque is the mosque in Islamabad, Pakistan. Located on the foothills of Margalla Hills in Islamabad, the mosque features a contemporary design consisting of eight sides of concrete shell and is inspired by a Bedouin tent.

Ngarep Sama Allah

Wednesday, October 4, 2017

Surat Cinta Tentang Shalat


🌾Bila engkau anggap shalat itu hanya sebagai penggugur kewajiban, maka kau akan terburu-buru mengerjakannya.

🌾Bila engkau anggap shalat hanya sebagai sebuah kewajiban, maka kau tak akan menikmati hadirnya Allah saat kau mengerjakannya.

🌿Anggaplah shalat itu pertemuan yang kau nanti dengan Tuhanmu.

🌿Anggaplah shalat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan Allah SWT.

🌿Anggaplah shalat itu sebagai kondisi terbaik untuk kau berkeluh kesah dengan Allah SWT.

🌿Anggaplah shalat itu sebagai seriusnya kamu dalam bermimpi.

Tuesday, October 3, 2017

*STOP MENGGUNAKAN KALIMAT INI...*

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

*"Semua akan Indah pada waktunya"...*

Sebuah kalimat yang sering sekali kita dengar, kalimat yang kesannya romantis dan penuh harapan atau juga kalimat untuk menghibur diri yang tidak mendapatkan apa yang diinginkan tepat pada waktunya...

Tapi, nampaknya seorang muslim harus berhenti menggunakan kalimat tersebut...

Mengapa…?? 

Karena kalimat tersebut merupakan *kutipan ayat bibel, tepatnya Pengkhotbah 3 ayat 11* yang berbunyi :
"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan ia memberikan kekekalan dalam hati mereka".

Bahkan kalimat "indah pada waktunya" menjadi syi'ar agama nashrani yang dinyanyikan dalam berbagai versi lagu rohani.

Ingat sabda Nabi "sungguh kalian akan mengikuti sunnah- sunnah yang ada pada umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta. Hingga seandainya mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kalian akan mengikutinya pula.

Ketika para Sahabatnya bertanya : "wahai Rasulullah, apakah mereka Yahudi dan Nashrani..?".
Beliau menjawab : "jika bukan mereka, siapa lagi..?" (Muttafaqun'alaih)

Maka dari itu, berhentilah memakai kalimat tersebut. Jika kita belum mendapatkan sesuatu yang kita inginkan maka lebih baik katakan " *Alhamdulillah 'Ala Kulli Haal* ". (segala puji bagi Allah atas segala sesuatu).

Semoga kaum muslimin berhenti menuturkan dan menyebarkan ucapan "lndah pada waktunya ". Semakin sering diulang-ulang, ucapan itu akan semakin melekat kuat di dalam benak.
Tidak ada perkataan yang paling mulia, sarat makna, paling benar, paling layak disebarkan, dan paling layak dilekatkan dalam benak, selain Alqur'an Al-Karim.
Sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Wallahu'alam Bishawaab, semoga bermanfaat... 

# Salam Jum'at Mubarak, selamat beraktifitas smg berkah dan tetaplah Istiqomah dalam ketaatan.
آمِــــيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِــــيْنَ

*Jangan Matikan Lampu Rumah*


Sa'id bin Jubair -rahimahullah- memotivasi kita:
"Janganlah kalian mematikan lampu-lampu rumah kalian di 10 malam pertama di bulan Dzulhijjah (hidupkanlah  malam-malam ini dengan beribadah)."
(Al Hilyah 4/281)
Tidak heran beliau berpesan demikian, karena beliau adalah perawi hadits Ibnu 'Abbas berikut ini:

*IBU tanpa bekal Agama*


Seorang ibu insya Allah ga akan ada NIAT menjerumuskan anaknya ke sesuatu yg mudharat apalagi *SENGAJA* ingin mencelakakan dunia akherat anak anaknya.

Tapi... *seorang ibu tanpa bekal agama saat mendidik anak sangat mungkin melakukan hal yg sebaliknya*.

Berapa banyak justru seorang ibulah yg menyuruh anaknya yg msh kecil belajar naik motor atau naik mobil dan *bangga saat kecil2 sdh bs anter2 ke pasar*.

Berapa banyak justru seorang ibulah yg menyuruh anak gadisnya *dandan cantik* setiap keluar rumah dan *bangga saat anaknya memiliki pacar*.

Berapa banyak justru seorang ibulah yg mengantar anaknya ikut *lomba2 kontes model umbar aurat dan bangga saat anaknya menjdi artis*.

Month's Visit