Great Mosque of Mecca

The Great Mosque of Mecca, also called the Grand Mosque, is the largest mosque in the World, and surrounds Islam's holiest place, the Kaaba, in the city of Makkah, Hijaz, Saudi Arabia. Muslims face in the Qiblah while performing Salat.

Al-Masjid an-Nabawi

Al-Masjid an-Nabawī is a mosque established and originally built by the Islamic prophet Muhammad, situated in the city of Medina in Saudi Arabia.

Al-Aqsa Mosque

Al-Aqsa Mosque, also known as Al-Aqsa and Bayt al-Maqdis, is the third holiest site in Islam and is located in the Old City of Jerusalem.

Badshahi Mosque

The Badshahi Mosque is a Mughal era mosque in Lahore, capital of the Pakistani province of Punjab. The mosque is located west of Lahore Fort along the outskirts of the Walled City of Lahore.

Faisal Mosque

Faisal Mosque is the mosque in Islamabad, Pakistan. Located on the foothills of Margalla Hills in Islamabad, the mosque features a contemporary design consisting of eight sides of concrete shell and is inspired by a Bedouin tent.

Ngarep Sama Allah

Sunday, December 31, 2017

JANGAN BENCI, TAKUT, ATAU MENOLAK POLITIK !

http://khalifahmailonline.com
(Pelajaran Penting dari Gubernur DKI Anies Baswedan dan Presiden Turki Tayyip Erdogan)

Bahwa untuk menghilangkan, memberantas atau menyudahi suatu aktifitas maksiat, maka seorang guru, pendidik, Ustadz atau Mubaligh mungkin membutuhkan waktu panjang berbulan-bulan atau bahkan mungkin bertahun-tahun.

Tapi dengan memegang tongkat kekuasaan politik dan atau suatu keputusan politik maka hal itu mungkin hanya diperlukan waktu satu-dua hari saja.  Contohnya, lihatlah kasus yang menimpa Hotel Alexis sebuah hotel internasional mewah yang di ibukota negara/Jakarta selama bertahun-tahun ini terkenal sebagai hotel pelacuran tingkat tinggi yang mahal.  *Atas kekuasaan dan perintah politik dari Gubernur DKI Anies Baswedan dalam tempo satu hari riwayat Hotel Alexis itu tamat karena dengan SK Gubernur itu maka Hotel Alexis ditutup..!!

Karena itu, mulai sekarang, seluruh rakyat Indonesia, jangan alergi dengan politik, jangan benci politik, jangan anti politik, dan jangan apatis terhadap politik.

Acara talk show di TV ABC 13


http://elrezsamiliter.blogspot.co.id/

Jenderal Peter Pace [mantan Jenderal US Marine dan Kepala Staf Gabungan US] : ”Saat ini ada 3 kekuatan besar MARINIR dunia, dan INDONESIA berada pada posisi ke 3.”

Texas yang bekerjasama dengan Universitas Dallas, Texas.

Talk show dihadiri Jenderal (purn) Mike Jackson (pemimpin pasukan Inggris saat menyerbu Irak), Jenderal (purn) Tommy Franks (pemimpin Delta Forces saat Operasi Badai Gurun), Jenderal (purn) Peter Pace (mantan Jenderal US Marine dan Kepala Staf Gabungan US) serta Mahasiswa dari Universitas Dallas.

Ada seorang mahasiswa Universitas Dallas bertanya tentang penempatan Marinir USA di Australia. Maka jawaban dari Jenderal tersebut cukup mencengangkan buat pemirsa semua…

Bertanya: “Apakah penempatan US MARINE berindikasi akan ada serangan USA ke Indonesia suatu saat nanti?”

*GAYA HIDUP LATAH DALAM BERTAHUN BARU*

www.liputan6.com

Salah satu life style (gaya hidup) manusia di era ini, apa yang kita kenal dengan "gaya hidup latah". Gaya hidup meniru-niru sikap, perbuatan, atau kebiasaan agama lain. Gaya hidup ini dikenal oleh para ulama kita dengan "at-tasyabbuh" (meniru-niru dan menyontek).

Gaya hidup latah ini banyak menyerang umat Islam sejak melemahnya Islam dan kaum muslimin, seiring dengan berkuasanya kaum kafir dengan berbagai ragam dan bentuknya. Sebuah ketentuan umum, siapa yang lemah, maka ia akan mengekor kepada yang kuat. [Tuhfah Al-Ahwadziy (6/339), oleh Abul 'Ulaa Al-Mubarokfuriy, cet. Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah]

Ketika kaum kafir menguasai sebagian besar negeri-negeri Islam, otomatis mereka akan membawa kebiasaan dan agama mereka mereka ke negeri jajahan mereka. Dalam kondisi lemahnya kaum muslimin dalam semua lini : agama, ekonomi pendidikan, sosial-politik, informasi dan kekuatan, maka lambat laun secara tidak sadar kebiasaan dan keyakinan agama kaum kafir disusupkan ke dalam lingkungan dan kehidupan sehari-hari kaum muslimin.

Kita ambil sebuah sampel sederhana, apa yang kita kenal dengan "Perayaan Tahun Baru Masehi".

Perayaan Tahun Baru Masehi (PTBM) dahulu hanyalah dikenal dan dirayakan oleh kaum kafir dari kalangan Romawi dan Kristen sebagai suatu kebiasaan dan agama di sisi mereka.

Namun pada hari ini, kaum muslimin dengan gaya hidup latahnya, meniru dan mengikuti kaum kafir dalam perayaan itu. Akhirnya, mereka pun ikut merayakannya, sebagaimana kaum kafir Romawi dan Kristen merayakannya, subhanallah.

Gaya hidup latah seperti ini amat dilarang oleh Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dalam sejumlah hadits yang shohih dari beliau.

Di dalam sebuah hadits, Rasulullah -Shollallahu 'alaihi wasallam- telah mengancam orang suka meniru kaum kafir,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

"Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut." [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (4031), Ahmad dalam Al-Musnad (5114), Ath-Thobroniy dalam Al-Mu'jam Al-Ausath (8327), Ibnu Manshur dalam As-Sunan (2370). Di-hasan-kan oleh Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (4347)]

Al-Imam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- berkata,

وهذا الحديث أقل أحواله أن يقتضي تحريم التشبه بهم

"Hadits ini serendah-rendahnya mengharuskan pengharaman tasyabbuh (menyerupai) mereka (orang kafir)". [Lihat Iqtidho' Ash-Shiroth Al-Mustaqim (83)]

Jika kita ingin melihat sejarah perayaan tahun baru, maka ia adalah bagian dari agama dan kebiasaan kaum kafir Romawi, Kristen dan lainnya. Sejarah ini seringkali dilupakan dan tidak diketahui dengan baik oleh kaum muslimin.

Sebuah situs milik kaum kafir melansir sebuah artikel tentang "Sejarah Perayaan Tahun" yang kini dirayakan oleh mayoritas manusia jahil, baik itu kafir, atau muslim. Situs itu menjelaskan,

"Romans would celebrate January 1 by giving offerings to Janus in the hope of gaining good fortune for the new year. This day was seen as setting the stage for the next twelve months, and it was common for friends and neighbors to make a positive start to the year by exchanging well wishes and gifts of figs and honey with one another. According to the poet Ovid, most Romans also chose to work for at least part of New Year's Day, as idleness was seen as a bad omen for the rest of the year."

("Orang-orang Romawi merayakan 1 Januari dengan memberikan persembahan kepada Janus dengan harapan mendapatkan keberuntungan untuk tahun baru. Hari ini dipandang sebagai pembuka dan pengatur jalan untuk dua belas bulan ke depan. Perayaan itu umum untuk teman-teman dan tetangga untuk membuat awal yang positif dari tahun ke tahun dengan bertukar hal yang diharapkan dan hadiah berupa buah tin dan madu dengan satu sama lain. Menurut seorang Penyair, Ovid, mayoritas orang-orang Romawi juga memilih untuk bekerja, paling tidak pada awal waktu yang termulia dari awal tahun baru, sebagaimana halnya kemalasan dipandang sebagai pertanda buruk untuk sisa tahun ini.")

http://www.history.com/news/history-lists/5-ancient-new-years-celebrations

Di dalam pernyataan ini, jelas bagi anda bahwa asal-usul perayaan tahun baru, berasal dari keyakinan dan kebiasaan bangsa Romawi yang dahulu adalah penyembah berhala (paganisme). Kebiasaan dalam merayakan tahun baru ini kemudian diadopsi oleh kaum Nasrani alias Kristen, sehingga tidak heran bila merekalah yang gesit dan bersemangat dalam memperingatinya, sebelum sebagian kaum muslimin mengenal dan mengadopsi hal ini ke dalam kehidupan mereka.

Senada dengan artikel dalam situs tersebut, sumber lain (Wikipedia versi Inggris) menyebutkan,

The Romans dedicated New Year's Day to Janus, the pagan god of gates, doors, and beginnings, for whom the first month of the year, January, is also named. The pagan deity Janus was depicted as having two faces: one looking forward and the other backward, suggesting that celebrations of the new year are pagan traditions.

("Orang-orang Romawi mengkhususkan hari perayaan tahun baru kepada Janus, Dewa segala pintu gerbang, pintu-pintu dan permulaan waktu, yang mana namanya juga adalah nama dari bulan pertama dalam setahun, Januari.

Digambarkan si Dewa paganisme, Janus, memiliki dua wajah: satu melihat ke depan dan yang lainnya ke belakang, menunjukkan bahwa perayaan tahun baru yang tradisi paganisme.")

https://en.wikipedia.org/wiki/New_Year%27s_Day

Ini semakin menguatkan bagi kita bahwa sejarah tahun baru yang kini dirayakan setiap tahun oleh kebanyakan manusia yang jahil, asalnya dari penyembah Dewa Janus dari kalangan Bangsa Romawi yang kala itu masih beragama paganisme.

Masihkah kita ragu bahwa "Perayaan Tahun Baru Masehi" asalnya dari agama dan kebiasaan kaum musyrikin, dimana kita dilarang meniru dan menyerupai mereka?!

Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda,

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوْا جُحْرَ ضَبٍّ تَبِعْتُمُوْهُمْ. قُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ الْيَهُوْدُ وَالنَّصَارَى ؟ قَالَ: فَمَنْ؟

"Kalian benar-benar akan mengikuti orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, dan sehasta demi sehasta sampai andai mereka masuk ke lubang biawak, maka kalian pun mengikuti mereka". Kami (Abu Sa'id Al-Khudriy, -pen.) bertanya, "Apakah mereka adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani?" Beliau bersabda, "Siapa lagi lagi kalau bukan mereka?". [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab Al-I'tishom (6889), dan Muslim dalam Kitab Al-Ilmi (2669)]

Syaikhul Islam Abul Abbas Ibnu Taimiyyah Al-Harroniy -rahimahullah- berkata saat menjelaskan hadits ini,

والإتباع هو الإقتفاء والإستنان، فمن عمل بشيء من سننهم، فقد اتبع سنة جاهلية، وهذا نص عام يوجب تحريم متابعة كل شيء من سنن الجاهلية: في أعيادهم وغير أعيادهم،

"Mengikuti adalah meneladani dan mencontoh. Barangsiapa yang mengerjakan suatu perkara diantara jalan hidup dan kebiasaan mereka, maka sungguh ia telah mengikuti sunnah (kebiasaan) jahiliah. Ini merupakan nash umum yang mengharuskan pengharaman mengikuti segala sesuatu dari kebiasaan jahiliah." [Iqtidho' Ash-Shiroth Al-Mustaqim, hlm. 254]

Hadits itu mengandung dua faedah:

1. Umat ini akan mengikuti dan meniru kaum kafir sebelumnya dan mengerjakan seperti yang mereka kerjakan. Pasti akan ada di kalangan umat ini akan melakukan seperti apa yang dilakukan kaum Yahudi dan Kristen.

2. Hadits ini berisi peringatan (tahdzir) dari bahayanya perkara ini, yakni meniru-niru dan mengikuti kaum kafir.

Demikian dua faedah ini disampaikan oleh Syaikh Abdul Aziz Ar-Rojihiy -rahimahullah- dalam sebuah jawaban beliau atas seorang penanya yang meminta kepada beliau agar beliau memberikan sedikit arahan bagi kaum muslimin yang terjerumus dalam "gaya hidup latah". [ http://www.tasfiatarbia.org/vb/showthread.php?t=2078 ]

Setiap tahun berlalu di hadapan kita, maka pasti anda akan melihat fenomena dan gaya hidup latah dari sebagian orang di sekeliling. Malam tahun baru mereka (kaum muslimin) ramaikan dan rayakan bagaikan ia merayakan dan meramaikan hari raya (Idul Fitri dan Idul Adh-ha) di dalam Islam. Tasyabbuh (latah dan meniru) kaum kafir dalam merayakan Tahun Baru Masehi betul-betul dianggap biasa oleh mereka. Padahal di dalam agama kita, setiap muslim diperintahkan dan disyariatkan untuk menyelisihi kaum kafir.

Al-Imam Abdur Rouf Al-Munawiy -rahimahullah- berkata,

المراد هنا أن جنس مخالفتهم وتجنب مشابهتهم أمر مشروع وأن الإنسان كلما بعد عن مشابهتهم فيما لم يشرع لنا كان أبعد عن الوقوع في نفس المشابهة المنهي عنها

"Yang dimaksudkan disini bahwa jenis penyelisihan dan menjauhkan diri dari menyerupai mereka merupakan perkara yang disyariatkan, dan bahwa seorang manusia semakin ia jauh dari menyerupai mereka (kaum kafir) dalam perkara yang tidak disyariatkan bagi kita, maka ia akan semakin jauh dari terjerumus dalam penyerupaan yang terlarang itu." [Faidhul Qodir (5/384)]

Hikmah dari menyelisihi kaum kafir dan tidak meniru atau menyerupai mereka agar kaum muslimin tidak jatuh dalam perkara-perkara yang lebih besar lagi dari sekedar meniru mereka.

Para pembaca yang budiman, di dalam Islam, seorang muslim dilarang mencintai kaum kafir dan berloyal kepada mereka. Meniru kaum kafir merupakan salah satu bentuk mencintai mereka. Sebab, seseorang tak mungkin mengikuti orang lain, melainkan karena ia kagum dan senang (cinta) kepada mereka. Andaikan ia membencinya, maka pasti tidak meniru dan mengikuti kebiasaannya.

Allah -Tabaroka wa Ta'ala- berfirman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ  [المائدة : 51]

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi wali-wali (loyalis); sebahagian mereka adalah wali (loyalis) bagi sebahagian yang lain. barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi wali, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (QS. Al-Maa'idah : 51)

Memberikan loyalitas dan kecintaan kepada kaum kafir merupakan bentuk kezaliman sebagaimana yang Allah -Subhanahu wa Ta'ala- jelaskan di akhir ayat ini.

Tahukah anda bahwa ikut serta merayakan Tahun Baru Masehi yang merupakan salah satu hari raya kaum kafir Romawi. Ini termasuk bentuk loyalitas yang amat berbahaya bagi keimanan seorang muslim.

Al-Imam Al-Hafizh Adz-Dzahabiy -rahimahullah- berkata,

قال العلماء: ومن موالاتهم التشبُّه بهم، وإظهارُ أعيادهم، وهم مأمورون بإخفائها في بلاد المسلمين، فإذا فعلها المسلم معهم، فقد أعانهم على إظهارها. وهذا منكرٌ وبدعةٌ في دين الإسلام، ولا يفعلُ ذلك إلا كل قليل الدين والإيمان

"Para ulama berkata, 'Diantara bentuk loyalitas kepada mereka (kaum kafir), menyerupai mereka dan menampakkan hari-hari raya mereka, Padahal mereka (kaum kafir) itu diperintah untuk menyembunyikan hari-hari raya itu di negeri-negeri kaum muslimin. Jika (perayaan) hari-hari itu dilakukan oleh seorang muslim bersama mereka, maka si muslim ini telah membantu mereka dalam menampakkan hari-hari raya mereka, Ini merupakan perkara kemungkaran, dan bid'ah dalam agama!! Tidak ada yang melakukan hal itu, melainkan orang sedikit agama dan keimanannya." [Tasyabbuh Al-Khosis bi Ahlil Khomis, hlm. 34]

Gaya hidup latah dan meniru kaum kafir dalam kebiasaan khusus atau agama dan keyakinan mereka, salah satu manhaj (jalan) yang ditanamkan oleh Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- di hati para sahabatnya.

Tak pelak bila suatu hari saat Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dan para sahabatnya bermusyawarah tentang cara mengumpulkan manusia dan memanggil mereka sholat berjamaah di masjid. Salah seorang sahabat mengusulkan agar kaum muslimin membunyikan lonceng layaknya kebiasaan di kalangan kaum Nasrani (Kristen). Serta-merta Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- menolaknya dengan sabdanya,

هُوَ مِنْ أَمْرِ النَّصَارَى

"Dia (membunyikan lonceng) termasuk urusan kaum Nasrani!!" [HR. Abu Dawud (no. 498). Syaikh Al-Albaniy menyatakan hadits ini shohih dalam Ats-Tsamar Al-Mustathob (hlm. 115)]

Perintah dalam menyelisihi kaum kafir dalam sejumlah hadits dalam rangka menjauhkan kaum muslimin dari gaya hidup tasyabbuh (latah dan meniru) kaum kafir dalam kebiasaan yang khusus mereka lakukan dan sudah menjadi ciri khas mereka atau sudah menjadi bagian dari syiar dan agama mereka.

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

خَالِفُوا الْيَهُودَ فَإِنَّهُمْ لاَ يُصَلُّونَ فِى نِعَالِهِمْ وَلاَ خِفَافِهِمْ

"Selisihilah kaum Yahudi, karena sesungguhnya mereka itu tidak sholat menggunakan sandal dan tidak pula khuf." [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (652). Hadits ini dihukumi oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Shohih Al-Jami' (3210) sebagai hadits yang shohih]

Di saat mencukur janggut dan memanjangkan kumis adalah ciri khas dan kebiasaan kaum kafir dan fasik, maka Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- memerintahkan para sahabat dan umatnya agar mencukur kumis dan membiarkan janggut tumbuh dan panjang.

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوا اللِّحَى خَالِفُوا الْمَجُوسَ

"Cukurlah kumis-kumis kalian, dan biarkanlah janggut-janggut kalian. Selisihilah kaum Majusi." [HR. Muslim dalam Shohih-nya (no. 260)]

Al-Munawiy -rahimahullah- berkata,

وكان من زي آل كسرى قص اللحى وتوفير الشوارب فندب المصطفى إلى مخالفتهم

"Diantara ciri khas pengikut Kisra (Raja Persia), mencukur janggut dan memperpanjang kumis. Karenanya, Al-Mushthofa (Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-) menganjurkan untuk menyelisihi mereka." [At-Taisir bi Syarh Al-Jami' Ash-Shoghir (1/987)]

Ketika salam dengan ucapan merupakan ciri khas kaum muslimin, maka kaum Yahudi dan Nasrani memiliki salam dengan memakai isyarat. Seorang muslim dilarang untuk meniru mereka dalam hal itu.

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا ، لاَ تَشَبَّهُوا بِاليَهُودِ وَلاَ بِالنَّصَارَى ، فَإِنَّ تَسْلِيمَ اليَهُودِ الإِشَارَةُ بِالأَصَابِعِ ، وَتَسْلِيمَ النَّصَارَى الإِشَارَةُ بِالأَكُفِّ.

"Bukanlah termasuk golongan kami, orang yang menyerupai (meniru) orang selain golongan kami. Janganlah kalian meniru kaum Yahudi dan Nasrani (Kristen). Sesungguhnya salamnya kaum Yahudi dengan isyarat menggunakan jari-jemari, dan salamnya orang Kristen adalah dengan isyarat menggunakan telapak tangan." [HR. At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (no. 2695). Hadits ini dinyatakan sebagai hadits hasan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (no. 2194)

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- melarang umatnya melaksanakan sholat sunnah pada waktu terlarang, yakni terbitnya matahari, karena itu adalah waktu yang menjadi kebiasaan kaum kafir musyrikin penyembah matahari melakukan sujud kepada matahari sebagai bentuk peribadahan kepadanya.

Di dalam sebuah hadits, Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

صَلِّ صَلاَةَ الصُّبْحِ ثُمَّ أَقْصِرْ عَنِ الصَّلاَةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ حَتَّى تَرْتَفِعَ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ حِينَ تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَىْ شَيْطَانٍ وَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ

"Lakukanlah Sholat Subuh. Kemudian tahan dirilah dari sholat sampai matahari terbit, sampai matahari meninggi. Karena, matahari itu terbit saat ia terbit di antara dua tanduk setan. Ketika itulah orang-orang kafir bersujud kepada matahari." [HR. Muslim (no. 832)]

Al-Imam Al-Hafizh Ibnu Rojab Al-Hambaliy -rahimahullah- berkata,

وقد نهى النبي صلى الله عليه وسلم عن التشبه بالمشركين وأهل الكتاب ، فنهى عن الصلاة عند طلوع الشمس وعند غروبها ، وعلل بأنه : " حينئذ يسجد لها الكفار " . فيصير السجود في ذلك الوقت تشبها في الصورة الظاهرة

"Sungguh Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- telah melarang dari menyerupai kaum musyrikin dan ahli Kitab. Lantaran itu, melarang (umatnya) dari melaksanakan sholat saat terbitnya matahari dan saat tenggelamnya, dan beliau jelaskan sebab pelarangan itu bahwa ketika itu orang-orang kafir bersujud kepada matahari, sehingga jadilah sujud pada waktu itu sebagai (bentuk) penyerupaan dan peniruan menurut penampilan lahiriahnya." [Al-Hikam Al-Jadiroh bil Idza'ah (hlm. 22)- Syamilah]

Pernahkah anda membayangkan kalau memakai pakaian yang mirip dengan pakaian biksu Buddha adalah terlarang dalam agama kita?!

Di dalam sebuah hadits, sahabat Abdullah bin Amer -radhiyallahu anhuma- pernah memakai pakaian yang dicelup dengan kesumba yang dikenal oleh bangsa Arab dengan Ushfur dan oleh bangsa Inggris dengan "Safflower". Ia pun ditegur oleh Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- seraya bersabda,

إِنَّ هَذِهِ مِنْ ثِيَابِ الْكُفَّارِ فَلاَ تَلْبَسْهَا

"Sesungguhnya (pakaian) ini termasuk pakaian orang-orang kafir. Karenanya, jangan kamu memakaianya." [HR. Muslim (no. 2077)]

Pakaian yang dicelup dengan 'ushfur (kesumba) atau za'faron (saffron) akan menyerupai pakaian kaum kafir, seperti yang anda lihat pada biksu-biksu yang Buddha yang menghabiskan waktu dan umur mereka dalam kuil-kuil kekafiran!! Disitulah hikmahnya sahabat ini dilarang memakai pakaian yang dicelup dengan 'ushfur atau za'faron.

Para pembaca yang budiman, sebagian orang berkilah, "Kami memperingati Tahun Baru Masehi bukan karena ingin mengagungkan dan menyembah Dewa Janus sebagaimana yang dilakukan oleh bangsa Romawi. Berarti kami tidak sama dengan mereka!!"

Kami katakan bahwa memang anda tidak sama jika anda tidak melakukan kekafiran dan kesyirikan pada malam tahun baru, tapi anda telah menyerupai dan meniru bangsa Romawi dalam sisi ini.

Jika anda melakukan persembahan kepada Dewa Janus sebagaimana yang dilakukan oleh para penyembah Dewa Janus, maka anda bukan lagi menyerupai dan meniru mereka, bahkan anda sudah kafir setelah tegaknya hujjah.

Al-Imam Al-Hafizh Abu Abdillah Adz-Dzahabiy -rahimahullah- berkata dalam menjawab syubhat ini,

فإنْ قال قائلُ: إنَّا لا نقصد التَّشبَّه بهم؟ فيقالُ له: نفس الموافقة والمشاركة لهم في أعيادهم ومواسمهم حرامُ, بدليل ما ثبت في الحديث الصحيح عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه (نهى عن الصلاة وقت طلوع الشمس ووقت غروبها), وقال: (إنَّها تَطلعُ بين قرنْي شيطان, وحينئذ يسجُد لها الكُفارُ), والمصلى لا يقصدُ ذلك, إذ لو قصده كفر, لكنَّ نفس الموافقة والمشاركة لهم في ذلك حرامُ.

"Jika ada yang bilang, 'Sesungguhnya kami tidak memaksudkan tasyabbuh (menyerupai) mereka.'

Orang ini dijawab, kecocokan dan keikutsertaan bersama mereka (kaum kafir) dalam perayaan-perayaan mereka dan pesta-pesta mereka adalah haram, berdasarkan dalil yang tsabit dalam hadits yang shohih dari Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bahwa beliau melarang dari melaksanakan sholat pada waktu terbitnya matahari dan pada waktu tenggelamnya, seraya beliau bersabda, 'Sesungguhnya ia (matahari) terbit di antara dua tanduk setan, dan ketika itu bersujudlah orang-orang kafir kepada matahari.'

Orang sholat (pada waktu itu) tentunya tidak memaksudkan hal itu (yakni, sujud kepada matahari). Sebab, apabila ia memaksudkan hal itu, maka ia kafir!! Akan tetapi sekedar adanya kecocokan dan keikutsertaan dalam hal itu merupakan perkara yang haram. [Tasybih Al-Khosis (hlm. 30), cet. Dar Ammar, 1408 H]

Jadi, tasyabbuh (meniru dan menyerupai) tidak mesti harus sama secara total. Sekedar meniru mereka secara lahiriah, maka ia telah terkena dalil-dalil yang melarang tasyabbuh (meniru dan latah) kepada orang kafir.

Jika penyakit latah dan meniru kaum kafir terus dilakukan oleh kaum muslimin, maka tentu hal ini akan mewariskan dan melahirkan bencana yang merusak agama generasi Islam, sehingga dengannya anak-anak dari kecil sudah terbiasa melihat orang tuanya, keluarganya dan lingkungan sekitarnya, lalu menganggap hal itu adalah perkara yang biasa-biasa saja. Padahal di dalam agama adalah perkara besar, karena bersinggungan langsung dengan pokok aqidah dan keyakinan seorang.

Adakah Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- akan ridho kepada umatnya, andaikan beliau bisa hidup kembali, saat melihat umatnya merayakan Tahun Baru Masehi yang terambil dan teradopsi dari peribadahan kaum paganisme, Romawi yang dikenal menyembah Dewa Janus?! Yakin Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- akan murka saat melihat umatnya ikut merayakan Tahun Baru Masehi.

Apalagi Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- jauh hari telah menghapus semua jenis perayaan-perayaan (ied) bagi hari-hari yang diagungkan oleh kaum kafir pada zaman itu, seperi Perayaan Hari Mahrojan, dan Perayaan Hari Nairuz.

Nabi -Shallallahu 'alaihi wasallam- pernah bersabda kepada para sahabat dalam menghapus dan melarang perayaan dua hari itu (Mahrojan dan Nairuz),

قَدَمْتُ عَلَيْكُمْ وَلَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُوْنَ فِيْهِمَا فِيْ الجَاهِلِيَةِ وَقَدْ أَبْدَلَكُمُ اللهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا: يَوْمً النَّحَرِ وَيَوْمَ الْفِطْرِ

"Saya datang kepada kalian, sedang kalian memiliki dua hari, kalian bermain di dalamnya pada masa jahiliyyah. Allah sungguh telah menggantikannya dengan hari yang lebih baik darinya, yaitu: hari Nahr (baca: iedul Adh-ha), dan hari fithr (baca: iedul fatri)". [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (1134), An-Nasa`iy dalam Sunan-nya (3/179), Ahmad dalam Al-Musnad (3/103), Al-Baghawy dalam Syarh As-Sunnah (1098), dan lainnya. Lihat Shahih Sunan Abi Dawud (1134)]

Inilah syariat yang digariskan oleh Allah -Tabaroka wa Ta'ala- melalui lisan Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam-. Beliau menggariskan bagi kita dua hari ied (hari raya) yang di dalamnya tauhid dihidupkan dan kesyirikan dipadamkan. Adapun hari-hari yang dirayakan oleh kaum kafir dan musyrikin, maka semuanya adalah hari raya yang keluar dari misi Islam yang dibawa oleh para nabi dan rasul; yang terakhir diantara mereka adalah Nabi Muhammad -Shallallahu alaihi wa sallam-.

Semua hari raya kaum kafir hanyalah dibuat oleh mereka dari hasil imajinasi, pikiran, dan hawa nafsu mereka. Hari-hari yang mereka rayakan adalah perkara bid'ah yang tak pernah diajarkan oleh para nabi dan rasul.

Hari-hari yang mereka rayakan adalah momen bagi mereka dalam menghidupkan kebiasaan dan budaya syirik atau kekafiran. Bukankah anda telah tahu bahwa Perayaan Tahun Baru Masehi merupakan simbol penyembahan dan pengagungan Dewa Janus. Hari Natal bagi Umat Kristiani, juga merupakan simbol penyembahan kepada Isa bin Maryam –alaihish sholatu was salam- yang mereka anggap sebagai anak tuhan!! Hari yang membuat Allah murka.

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا (88) لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا (89) تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا (90) أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا (91) وَمَا يَنْبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا (92) إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا (93) [مريم : 88 – 93]

"Dan mereka berkata: "Tuhan yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak". Sesungguhnya kalian telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar. Hampir-hampir langit pecah karena Ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka menda'wakan (mengklaim) Allah yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan yang Maha Pemurah selaku seorang hamba." (QS. Maryam : 88_93)

Ayat ini merupakan sanggahan keras atas kelakuan buruk kaum Nasrani (Kristen) yang mengklaim dan menyatakan bahwa Allah memiliki anak, bahkan anak jadi tuhan. Padahal Nabi Isa –alaihis salam- akan datang pada hari kiamat selaku hamba, bukan tuhan!!

Para pembaca yang budiman, jadi Allah telah menetapkan dan mensyariatkan bagi kita sebuah syariat agung yang berisi hidayah menuju tauhid, sunnah dan ketaatan kepada Allah -Tabaroka wa Ta'ala-.

Allah -Azza wa Jalla- berfirman,

ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ اْلأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لاَ يَعْلَمُونَ  [الجاثية : 18]

"Kemudian kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu). Karena itu,  ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui." (QS. Al-Jaatsiyah : 18)

Termasuk hawa nafsu kaum kafir yang kita dilarang mengikutinya, perayaan tahun baru. Sebab, perkara itu bukanlah berasal dari wahyu Allah, bahkan ia adalah hasil ciptaan dan buah pikiran kaum kafir (dalam hal ini, bangsa Romawi).

Al-Imam Abu Ja'far Ath-Thobariy -rahimahullah- berkata saat membahasakan ayat yang mulia ini,

ولا تتبع ما دعاك إليه الجاهلون بالله، الذين لا يعرفون الحقّ من الباطل، فتعمل به، فتهلك إن عملت به.

"Janganlah kamu mengikuti apa yang diajak kepadanya oleh orang-orang jahil tentang Allah, yaitu orang-orang yang tidak mengenal kebenaran dari kebatilan. Lantaran (kalian mengikuti mereka dalam hal itu), maka kamu pun melakukan hal itu, lalu kamu binasa, bila kamu mengerjakannya." [Lihat Jami' Al-Bayan fi Ta'wil Ayil Qur'an (22/70)]

Jadi, Perayaan Tahun Baru Islam, apalagi Masehi merupakan perkara yang tidak ada tuntunannya dalam agama, bahkan ia adalah bid'ah dan salah satu bentuk tasyabbuh (meniru dan latah) kepada orang kafir, yang semua ini dilarang keras dalam agama.

Bahkan jika seorang muslim bergampangan merayakan perayaan tahun baru, maka hal itu akan dijadikan jalan bagi setan dalam menggelincirkan mereka kepada kesesatan, maksiat dan kekafiran, sebagaimana yang kita lihat pada hari ini. Awalnya mereka bergampangan merayakan Perayaan Tahun Baru Masehi, maka sekarang setan semakin menggelincirkan mereka dengan bergampangan mengikuti perayaan Hari Natal. Padahal mereka adalah manusia-manusia yang mengaku muslim, sebagaimana yang dapat kalian lihat beritanya dalam tulisan kami yang terdahulu. [http://markazdakwah.or.id/hukum-ucapan-selamat-natal-dan-natal-bareng/]

Al-Imam Adz-Dzahabiy -rahimahullah- berkata,

وإذا كانت مشابهتهم في القليل ذريعة إلى هذه العظائم كانت مُرمة, فكيف إذا أضيف إلى المشابهة ما هو محضُ الكفر

"Jika menyerupai mereka dalam perkara remeh menjadi jalan menuju perkara-perkara besar, maka hal diharamkan!! Nah, bagaimana lagi jika ditambahkan kepada penyerupaan itu sesuatu yang murni kekafiran." [Tasybih Al-Khosis (hlm. 50)]

Jadi, seorang muslim jangan latah dan suka meniru kaum kafir. Seorang muslim harus kokoh dalam menyatakan sikap, jangan justru membeo dan mengekor di belakang orang kafir dalam merayakan hari raya mereka atau melakukan hal-hal yang dimurkai oleh Allah.

Nyatakanlah sikap kalian seperti Nabi ibrahim -Shallallahu alaihi wa sallam- saat beliau berkata kepada kaumnya,

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَه [الممتحنة : 4]

"Sesungguhnya Telah ada suri tauladan yang baik bagi kalian pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.  (QS. Al-Mumtahanah : 4)

Sampaikan dan Tegaskan kepada kaum kafir, apa yang diabadikan oleh Allah dalam Suroh Al-Kafirun,

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ  [الكافرون : 6]

"Untuk kalian agama kalian, dan untukku agamaku."(QS. Al-Kafirun : 6)

Demikian apa yang perlu kami goreskan dalam kesempatan singkat ini, semoga bermanfaat bagi setiap orang yang menginginkan kebahagiaan dirinya di dunia dan di akhirat. Insya Allah, di kesempatan lain, kami akan ulas perkara ini dari sudut lain. Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita semua, amin.

Wa shollallahu ala nabiyyina, alihi wa shohbihi wa man tabi'ahum bi ihsan ila yaumid din.

Tulisan ini selesai di Ma'had As-Sunnah, Jalan Baji Rupa, Makassar, Sulawesi Selatan, pada tanggal 16 Robi'ul Awwal 1437 H. Barokallohul qo'imina alaihi wa man saa'adaham ala ihya'is sunnah al-muhammadiyyah.

==========================
Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah -hafizhahullah-


SHARE THIS:

Wednesday, December 27, 2017

Sempurnakan ruku saat shalat sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ

konsultasiislam.com

Sunnah yang diremehkan.!.
.
#SaatRuku ' kedua tangan diletakkan di lutut. Jika ruku' Rasulullah meletakkan dua tangannya di lututnya dan merenggangkan jari jemarinya. (HR. Abu Daud no. 731. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih)
.
#Saat_Ruku ' kepala dijadikan sejajar dengan punggung, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat. Ketika ruku', punggungnya rata sampai sampai jika air dituangkan di atas punggungnya, air itu akan tetap diam."(HR. Ibnu Majah no. 872. Juga diriwayatkan oleh Ath Thobroni dalam Al Kabir dan Ash Shoghir, begitu pula oleh 'Abdullah bin Ahmad dalam Zawaid Al Musnad)
.
#Saat_Ruku ' pandangan mata ketempat sujud kecuali saat tasyahud pandangan kejari telunjuk.
.
#Saat_Ruku ' dengan tumakninah Jika Anda hendak mengerjakan shalat maka bertakbirlah, lalu bacalah ayat al Quran yang mudah bagi Anda. Kemudian rukuklah sampai benar benar rukuk dengan tumakninah, lalu bangkitlah (dari rukuk) hingga kamu berdiri tegak, setelah itu sujudlah sampai benar-benar sujud dengan tumakninah, lalu angkat (kepalamu) untuk duduk sampai benar benar duduk dengan tumakninah, setelah itu sujudlah sampai benar-benar sujud, Kemudian lakukan seperti itu pada seluruh shalatmu" (HR Bukhari 757 dan Muslim 397 dari sahabat Abu Hurairah)

PERLUKAH BEREBUT NAMA SEBAGAI AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH?

http://yesmuslim.blogspot.co.id

Muhasabah buat kita semua kaum Muslimin...

Ust. Choirul Anam

Sebagaimana telah diketahui bahwa saat ini banyak sekali aliran, madzhab, kelompok, organisasi, dan harokah Islam. Bukan hanya sekarang, adanya aliran, madzhab, kelompok, organisasi, dan harokah Islam ini sudah ada semenjak ratusan tahun yang lalu, namun sekarang terasa lebih menonjol. Dari aspek motivasi, tentu sangat beragam, namun kita husnudz dzon bahwa motivasi mereka adalah untuk mencari ridlo Allah.

Diantara berbagai aliran, madzhab, kelompok, organisasi, dan harokah islam, pasti ada titik persamaan, meskipun tak bisa dipungkiri ada beberapa titik perbedaan. Perbedaan yang terjadi memang lebih banyak dalam urusan furu', meskipun terkadang terjadi perbedaan terkadang pada wilayah yang qoth'i.

Suatu yang menggembirakan dari berbagai aliran, madzhab, kelompok, organisasi, dan harokah islam adalah adanya usaha untuk berlomba dalam kebaikan (istibaq fil khoirot). Meskipun, terkadang terjadi sesuatu yang menyedihkan, yaitu saling merendahkan, menghina, menyesatkan, dan saling mengkufurkan. Terkadang ada yang merasa bahwa hanya kelompoknya yang ahlus sunnah wal jamaah, sementara yang lain bukan ahlus sunnah. Bahkan terkadang ada yang berkelompok, tapi merasa tidak berkelompok, lalu menuduh kelompok lainnya sebagai sesat karena berkelompok-kelompok. 

Siapakah sebenarnya ahlus sunnah wal jamaah itu? Apakah kita harus berebut nama dan saling klaim sebagai ahlus sunnah wal jamaah? Apakah kita harus menuduh bahwa kelompok selain kita bukanlah ahlus sunnah wal jamaah?
Hal ini, insya Allah, akan kita bahas secara ringkas. Tulisan ini tidak hendak menghakimi siapa kelompok yang benar dan yang salah. Tulisan ini hanya akan meluruskan makna ahlus sunnah wal jamaah, sesuai dengan tempatnya.  

Kronologis kata "AHAD" diganti "MINGGU"

 
satugoresanpena.blogspot.com
(By akhina fillah b s Ustadz Moh. Toha)
~~~~

Alkisah; Sebelum Tahun 1960, tak pernah dijumpai nama hari yg bertuliskan "MINGGU" selalu tertulis hari "AHAD".

Begitu juga penanggalan di kalender tempo dulu,

masyarakat Indonesia tidak mengenal sebutan "Minggu".
Kita semua sepakat bahwa kalender atau penanggalan di Indonesia telah terbiasa dan terbudaya utk menyebut hari "AHAD" di dalam setiap pekan (7 hari) dan telah berlaku sejak periode yg cukup lama.

- Bahkan telah menjadi ketetapan di dalam Bahasa Indonesia.

- Lalu mengapa kini sebutan hari Ahad berubah menjadi hari Minggu?

- Kelompok dan kekuatan siapakah yang mengubahnya?

- Apa dasarnya ?

- Resmikah dan ada kesepakatankah?

Tuesday, December 26, 2017

BENARKAH ISRAEL NAMA NABI ?

algoruk.blogspot.com

Ustadz apa benar Israel nama nabi yakub?

Dari : Asandri, di Prabumulih, Sumsel

JAWABAN :

Bismillah, walhamdulillah was sholaatu wassalaam 'ala Rasuulillah, waba'du.

Nama Israel, beberapa kali disebut dalam Al-quran. Diantaranya adalah pada ayat-ayat berikut,

وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا ﴿٥٧﴾أُولَـٰئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّـهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ مِن ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِن ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا ِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَـٰنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا ۩

Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi. 

Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. (QS. Maryam : 56-57).

Juga firman Allah ta'ala,

كُلُّ الطَّعَامِ كَانَ حِلًّا لِّبَنِي إِسْرَائِيلَ إِلَّا مَا حَرَّمَ إِسْرَائِيلُ عَلَىٰ نَفْسِهِ مِن قَبْلِ أَن تُنَزَّلَ التَّوْرَاةُ ۗ قُلْ فَأْتُوا بِالتَّوْرَاةِ فَاتْلُوهَا إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ

Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil (Ya'qub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah: "(Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat), maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar." (QS. Ali Imran : 93).

Dan masih banyak lagi ayat dalam Al-quran yang menyebutkan nama Israel.

Lantas siapa Israel yang dimaksud pada ayat-ayat tersebut?

Mari kita simak penjelasan berikut…

Ibnu Abbas radhiyallahu'anhuma pernah berkisah, "Saya pernah hadir di kumpulan orang-orang Yahudi. Lalu Nabi bertanya kepada mereka,

هَلْ تَعْلَمُونَ أَنَّ إِسَرَائِيلَ يَعْقُوب ؟

"Tahukah kalian bahwa Israel adalah nama Ya'qub?"

Mereka menjawan, "Iya benar.."

Kata Nabi shallallahualaihi wa sallam,

اللَّهُمَّ اشْهَدْ

"Ya Allah saksikanlah.."

(HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ahmad. Imam Tirmidzi menilai hadis ini hasan)

Imam Syaukani rahimahullah menegaskan,

اتفق المفسرون على أنإسرائيل هو يعقوب بن إسحاق بن إبراهيم عليهم السلام، ومعناه عبد الله، لأن "إسر" في لغتهم هو العبد، و"إيل" هو الله، قيل: إن له اسمين، وقيل: إسرائيل لقب له

Seluruh ahli tafsir sepakat, bahwa Israel adalah Ya'qub bin Ishak bin Ibrahim 'alaihissalam. Maknanya adalah hamba Allah, karena isra dalam bahasa mereka artinya adalah hamba, dan el artinya Allah.

Ada ulama yang menerangkan, bahwa Nabi Ya'qub memiliki dua nama (yakni : Yaqub dan Israel).

Ada pula yang menjelaskan, Israel adalah julukan untuk beliau.

(Fathul Qadir 1/77, tafsir surat Al-Baqarah ayat 40-42).

Dari sini jelaslah, bahwa ternyata Israel adalah nama Nabi Ya'qub 'alaihissalam, yang maknanya adalah hamba Allah. Dalam bahasa umat Islam disebut Abdullah.

Barangkali kemudian muncul pertanyaan, bolehkah menamai anak dengan nama Israel? Karena kita tahu, ternyata maknanya sangat indah, nama salah seorang Nabi, dan bahkan semakna dengan nama yang paling dicintai Allah, yaitu Abdullah (hamba Allah). Nabi shallallahua'alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ أَحَبَّ أَسمَائِكُمْ إِلَى اللَّهِ عَبدُاللَّهِ وَ عَبدُ الرَّحْمَنِ

"Sesungguhnya nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman." (HR. Muslim no. 2132)

Jawabannya, untuk zaman ini, sebaiknya tidak menamai anak dengan Israel. Pertimbangannya adalah, nama ini dikhawatirkan menjadi sebab anak tersebut mendapatkan intimidasi atau aniaya. Mengingat Israel pada saat ini terkenal untuk sebutan negara zionis, yang telah merampas bumi pertiwi saudara kita di Palestina.

Ketika mendengar nama Israel, orang banyak yang tidak memahaminya  sebagai nama Nabi Yaqub alaihissalam, atau bahkan banyak yang tidak tahu. Yang pertama terbetik dalam pikiran kebanyakan orang, ketika mendengar nama Israel adalah negeri zionis, penjajah saudara seiman kita di negeri Palestina.

Seyogyanya para orangtua, memberikan nama-nama yang indah maknanya untuk buah hatinya, dan orang-orang menyukainya.

Wallahua'lam bis showab.
.

Dijawab oleh Ahmad Anshori

Read more https://konsultasisyariah.com/30823-benarkah-israel-nama-nabi.html

📝📝
🌐 https://konsultasisyariah.com/

Inilah yang dimaksud, TOLERANSI BERAGAMA*

https://konsultasisyariah.com

 Indahnya saling mengingatkan. 
    Menjelang NATAL..

Muslim : "Bagaimana natalmu? " 

David   :
 "Baik, kau tidak mengucapkan selamat natal padaku.?" 

Muslim : 
"Tidak, Agama kami menghargai toleransi antar agama, termasuk agamamu. Tapi urusan ini, agama saya melarangnya.!"

David : 
"Tapi kenapa..? Bukankah hanya sekedar kata2..? 

Menyikapi SELAMAT NATAL.

https://gamaholiday.com

Kupasan berdasarkan ilmu TAUHID...
🗣Bila kita mengucapkan...
... kalimat *SELAMAT ULANG TAHUN* kepada seseorang, berarti *kita mengakui*  bahwa dia lahir di tanggal itu..

🗣Bila kita mengucapkan...
...kalimat *SELAMAT ATAS PELANTIKAN JABATAN,* berarti kita mengakui *dirinya sebagai pejabat baru...*

🗣Bila kita mengucapkan...
...kalimat *SELAMAT ATAS KEMENANGAN PERTANDINGAN,* berarti kita *mengakui lawan sebagai pemenang...*

Ternyata kata *SELAMAT* bermakna *PENGAKUAN*

Kalau banyak pertanyaan, bukankah mengucapkan *SELAMAT NATAL* hanya merupakan sebuah *ucapan* saja...

Monday, December 25, 2017

MAGNET MENARIK REZEKI

Sederhana untuk dilakukan/amalkan sehari-hari, semoga bisa membantu membuka pintu rezeki.

1. Letakkanlah sedikit makanan kucing dan semangkuk air di luar rumah untuk kucing-kucing yang datang.

2. Sisihkanlah sedikit dari hasil gaji atau upah jerih payahmu, untuk di sumbangkan kepada anak yatim dan orang miskin.

3. Senantiasa sediakan uang kecil di dalam dompet untuk diberikan kepada yang memerlukan.

4. Letakkanlah di kamarmu sebuah kotak. Setiap kali kamu merasa melakukan dosa, masukkan uang kecil kedalamnya. Genap 1 bulan, buka kotak itu dan sedekahkan uang tersebut.

5. Jika kamu hadir dalam suatu acara (keluarga, kerabat atau sahabat), belilah 1 atau 2 kotak air mineral, niatkan untuk disedekahkan kepada orang yang memerlukannya (orang tua, orang sakit, anak-anak dan lain-lain). 

6. Jika kamu membeli barang dari pedagang-pedagang kecil kemudian kemudian sang pedagang ingin mengembalikan uang kembalian atau uang recehan, biarkan uang recehan itu untuknya (disedekahkan atau dihadiahkan).

7. Belilah Mushaf (Al-Qur'an), letakkan di salah satu masjid. Bayangkan berapa pahala yang akan kamu dapat dari setiap huruf dari mereka yang membacanya.

8. Berikanlah perasaan gembira kepada setiap orang, khususnya kepada mereka-mereka yang sedang ditimpa kesedihan, dengan senyuman dan ucapan doamu yg tulus.

9. Lemparkanlah senyuman kepada orang yang kamu temui, berilah salam kepada orang yang duduk dan berbicaralah dengan ucapan yang baik karena semuanya adalah sedekah.

Sunday, December 24, 2017

Ebook ini untuk anda

DAHSYATNYA DAMPAK HOMOSEKSUAL DALAM KELUARGA

www.dailystar.co.uk
Kenapa pelaku Sodomi perlu dimusnahkan...? 
Ingat saja korban Robot Gedek...

=======================
(by : Iramawati Oemar)
•••••••

Berikut ini adalah KISAH NYATA, pengalaman pribadi dari salah satu teman FB saya, Neng Lifa, yang menuliskan testimonial pengalamannya ketika mendampingi seorang Ibu yang anak-anaknya menjadi korban kejahatan seksual dari pengidap kelainan homoseks.

Kesaksiannya yang ditulis di kolom komentar status FB saya sebelumnya, atas ijin yang bersangkutan akan saya rangkum dan tuliskan kembali,  disertai opini pribadi saya. 
Berikut cerita Neng Lifa :
👇👇👇

Ksatria - Ksatria Muslim

www.mengenalislam.com
Suatu hari, Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya, para sahabat sedang asyik mendiskusikan sesuatu.
Tiba-tiba datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka.

Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata :
"Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!"

"Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini !".

Umar segera bangkit dan berkata :
"Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka, wahai anak muda?"

Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata :
"Benar, wahai Amirul Mukminin."

"Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.", tukas Umar.

Pemuda lusuh itu kemudian memulai ceritanya :

"Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan aku untuk suatu urusan muammalah untuk kuselesaikan di kota ini. Sesampainya aku di kota ini, ku ikat untaku pada sebuah pohon kurma lalu kutinggalkan dia (unta). Begitu kembali, aku sangat terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih untaku, rupanya untaku terlepas dan merusak kebun yang menjadi milik laki-laki tua itu. Sungguh, aku sangat marah, segera ku cabut pedangku dan kubunuh ia (lelaki tua tadi). Ternyata ia adalah ayah dari kedua pemuda ini."

"Wahai, Amirul Mukminin, kau telah mendengar ceritanya, kami bisa mendatangkan saksi untuk itu.", sambung pemuda yang ayahnya terbunuh.

"Tegakkanlah had Allah atasnya!" timpal yang lain.

Umar tertegun dan bimbang mendengar cerita si pemuda lusuh.

"Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya. Dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat", ujarnya.

Seorang Profesor Muslim di Jepang melakukan Riset yg Mengejutkan...

pinterest.dk

 1.  Maag bukan hanya diakibatkan karena kesalahan pola makan, tapi justru lebih didominasi karena stress.

2. Hypertensi bukan hanya diakibatkan oleh terlalu banyak konsumsi makanan yang asin, tapi lebih dominan karena kesalahan dalam me manage emosi.

3.  Kolesterol bukan hanya diakibatkan oleh makanan berlemak, tapi rasa malas berlebih yang lebih dominan menimbun lemak.

Tuesday, December 19, 2017

*Mengapa kita dihalangi untuk berkumpul kompak dalam satu barisan?*

marimembaca.com
*Mengapa?*

Sebab, ada yang ketakutan. Mereka sadar kalah jumlah dan sebetulnya tidak bersatu. Saat persatuan dan kekompakan kita terwujud, mereka sebetulnya tahu keamanannya terjamin. Sudah terbukti sejak zaman kerajaan dulu. Tapi, jelas saja kekuasaannya terancam dan dominasinya pasti runtuh.

*Mengapa kita dituduh ada broker kaya-raya yang mendanai aksi-aksi massif itu?* 

Sebab, ada yang ketakutan. Mereka sadar bahwa kita sebenarnya sangat kaya dan tidak perlu disumbang siapa pun. Bukankah selama ini mereka yang menikmati kekayaan kita itu? Mereka sangat paham, perusahaan dan toko mereka untung besar karena daya beli kita yang masih sanggup memborong produk apa pun yang ditawarkan. Kalau sekedar ke Jakarta dua hari, naik pesawat pulang pergi, menginap di hotel dan makan di restoran, apalah artinya itu. Bahkan, kita masih sanggup mengongkosi kawan dan saling mentraktir sekian banyak orang yang hadir!

*Mengapa kita dicitrakan intoleran hanya karena memilih berbelanja di toko milik sesama muslim?*

 Sebab, ada yang ketakutan. Mereka sadar bahwa tanpa konsumen muslim perekonomian mereka pasti gulung tikar, dari hulu sampai hilir, offline dan online, jasa, retail, transportasi, keuangan, konsumsi, properti, agrikultur, farmasi, teknologi, pendidikan, kesehatan, fashion, media massa, travel, pariwisata, dan seterusnya. 

*Mengapa kita dipersoalkan saat getol memperjuangkan jaminan produk halal?*

Sebab, ada yang ketakutan. Sudahlah, siapa pun tahu masalah simpel ini. Bahkan, bisnis-bisnis haram dan ilegal mereka, siapa yang mengkonsumsinya? Bukankah bisnis miras, narkoba, prostitusi, pornografi, rokok, adalah ladang uang trilyunan? Dan, mereka membidik kita pula sebagai pasarnya. Jangan heran jika seorang kafir yang tidak secuil pun keinginan menjayakan Islam ikut-ikutan memasang label "syariah" dan "halal" pada bisnis dan produknya. Tidak sulit memahaminya.

*Mengapa kita difitnah sebagai pemecah belah NKRI?* 

Sebab, ada yang ketakutan. Jika kita melek dan bicara lantang perihal kenyataan negeri ini, agenda-agenda busuk mereka pasti terbongkar dan khatam cukup sampai di sini. Mereka tahu, yang menyatukan Nusantara justru kaum muslimin. Dari Sabang sampai Merauke, NKRI eksis karena ukhuwah islamiyah terjaga. Lucu kalau dituduh sebaliknya.

*Mengapa kita dilabeli "ditunggangi kepentingan politis"?*

Sebab, ada yang ketakutan. Politiklah pusat dominasi mereka, lewat kebijakan-kebijakan yang mereka setir sesuai agenda kelompok dan interesnya sendiri. Bila kita masuk ke medan tempur itu, taktik "pintu belakang" mereka pasti ketahuan dan seret. Hanya karena maraknya suap dan praktik kotor saja maka rakyat disengsarakan oleh pemerintahnya sendiri. Maka, yang mereka takuti bukan sistem khilafah atau sistem politik apa pun itu, tapi para pejabat dan politikus bersih yang tidak bisa disuap dan berpihak pada rakyatnya. Terbukti, sebetulnya mereka bisa bekerjasama dengan komunis, sosialis, sekuleris, animis, demokratis, atheis, raja, presiden, kaisar, kepala suku, lurah, camat, bupati, walikota, gubernur, menteri. Everybody. Mereka tidak peduli agama dan moral. Tuhan mereka duit dan syariat mereka menghalalkan segalanya.

*Mengapa kita diberi stigma negatif jika rajin ke masjid, gemar mengaji, suka berinfak, dan menutup aurat dengan sempurna?*

Sebab, ada yang ketakutan. Bagaimana pun, penyebab populernya gaya hidup mereka adalah karena jauhnya kita dari agama Allah. Hanya kedekatan kepada Allah yang bisa membuka tabir yang mengurung mata dan hati kita, sehingga ada furqan: mana haq mana bathil. Saat itulah, mall mereka akan sepi, buku dan film fiksi mereka tidak laku, bank mereka kurus-kurus, dan bisnis maksiat mereka sepi peminat. Kita tidak butuh lagi kepada jasa yang mereka tawarkan, sebab yang Allah berikan sudah lebih dari cukup dan yang Dia janjikan tak terhingga banyaknya.

*Mengapa ulama kita yang tegas berdakwah dan lantang menyuarakan aspirasi umat dibungkam dan dipersekusi?*

Sebab, ada yang ketakutan. Umat ini taat kepada ulama. Itu warisan kultur Islam di mana pun. Dan, bila kita mendengarkan bimbingan mereka dalam meniti kehidupan ini, kepentingan dan agenda mereka terancam surut bahkan bubar. Segala upaya mereka tempuh agar umat tetap terjauh dari ulama, tapi dekat dengan artis-artis fasik dan pengumbar nista.

*Mengapa?*

Ya, alhamdulillah, kita sekarang semakin mengerti. Ya Allah, teguhkan dan bimbing kami melewati ujian ini.

(*) Alimin Muhtar,  Malang, 20/03/1439 H.

Sunday, December 17, 2017

Al-Qur'an Sebagai Pembela Di Hari Akhirat

ib-id.blogspot.com
Abu Umamah r.a. berkata : "Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur'an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur'an."

     Telah bersabda Rasulullah S.A.W : Belajarlah kamu akan Al-Qur'an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya."

     Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, " Kenalkah kamu kepadaku?"
     Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?"

Umar Septono

fajar.co.id
*Umar Septono* merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol )1985.  *Mantan Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB)* itu berpengalaman dalam bidang lantas. Ia lahir di Purbalingga, Jawa Tengah, 13 September 1962.

Saat menjabat Kapolda NTB, Umar dikenal sebagai Pati yang humanis, religius serta inspiratif.  Di setiap kesempatan Umar tak segan turun langsung ke lapangan. Bahkan sampai ke pelosok desa.

Sikap terpuji Umar sering menui pujian warga nitizen. Termasuk saat ia membopong korban kecelakaan  pada 1 Januari 2016.  Kala itu sepulang meninjau anggotanya yang berdinas mengamankan tahun baru 2016, Umar Septono melihat kecelakaan di Jalan Lingkar Selatan Mataram. Tiga orang tergeletak.

Donald Trump Bertugas Membuka Pintu Gerbang Kiamat Qhubro

www.aljazeera.com
Sambutlah Ketetapan Allah SWT tsb dg perkuat iman & tawaqal.
Ingatlah,,,
Bahwa di antara tanda-tanda Kiamat itu adalah:
Penaklukan Baitul Maqdis. Dijelaskan dalam hadits 'Auf bin Malik Radhiyallahu anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

اعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ... (فَذَكَرَ مِنْهَـا:) فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ.

'Ingatlah (wahai 'Auf) ada enam (tanda) sebelum datangnya hari Kiamat....'" (Lalu beliau menyebutkan salah satunya), "Penaklukan Baitul Maqdis."(HR Bukhari)

Kembalinya kaum Yahudi ke Palestin sebagai tanda bahwa kiamat telah dekat, karena setelah mereka kembali, tidak lama setelah mereka berkuasa di Palestin kaum muslimin akan memerangi mereka dan baitul Maqdis ditaklukkan kembali oleh kaum muslimin, sebagaimana hadist.

Friday, December 15, 2017

NASIHAT BUAT SAYA DAN ANDA

rumaysho.com
BELAJARLAH MENERIMA APA ADANYA

Ketika GELAP baru tersadarkan apa arti dari TERANG

Ketika KEKERINGAN baru tersadarkan betapa berartinya AIR

Ketika KEHILANGAN baru tersadarkan arti dari MEMILIKI

KETIKA BERTENGKAR baru tersadarkan arti dari PERSAHABATAN

Ketika BERPISAH baru tersadarkan arti dari KEBERSAMAAN

Ketika sakit baru tersadarkan arti dari indahnya KESEHATAN

Sungguh disayangkan
KESADARAN itu selalu datang Terlambat

Bukan kejadian yang membuat kita SEDIH atau BAHAGIA
tetapi saat harus MEMILIH diantara keduanya

Kemarin sudah TIADA, esok belumlah TIBA
kita hanya punya 1 hari, yaitu HARI ini
maka jangan lewatkan hari ini tanpa berbuat baik kepada sesama

Jangan sesali yg telah berlalu, itu perbuatan sia-sia

Tidak mungkin akan timbul Kebahagiaan diatas penderitaan orang lain

Syukuri apa yang telah dimiliki,agar kebahagiaan selalu berada disisi kita

Jangan cari kesempurnaan,tetapi sempurnakanlah yang telah ada

Dalam kehidupan NYATA kadang kita suka mempermasalahkan hal yang KECIL,yang tidak PENTING sehingga akhirnya merusak NILAI yang BESAR

Persahabatan yang INDAH selama puluhan tahun BERUBAH menjadi permusuhan yang HEBAT, karena SEPATAH kata PEDAS yang tidak DISENGAJA

Keluarga yang RUKUN dan HARMONIS pun bisa HANCUR hanya karena perdebatan KECIL yang tidak PENTING

Yang REMEH kerap dipermasalahkan, tetapi yang lebih PENTING dan berharga LUPA dan TERABAIKAN

Seribu KEBAIKAN sering tidak BERARTI, TAPI SETITIK kekurangan DIINGAT seumur hidup

Mari belajar MENERIMA kekurangan apapun yang ada dalam kehidupan kita

Bukankah tak ada yang SEMPURNA didunia ini..?

SEHATI bukan karena MEMBERI,tetapi sehati krn saling MEMAHAMI

BETAH bukan karena MEWAH,tetapi betah krn saling MENGALAH

BERSAMA bukan karena HARTA DUNIA,tetapi bersama karena SALING MENGISI

INDAH bukan karena selalu MUDAH,tetapi INDAH karena dihadapi bersama disetiap KESUSAHAN

     Selamat berjuang untu diri dan keluarga smoga allah sllu memberi kesehatan dan rezki yg khalal Aamiinn..

DUA BELAS (12) GOLONGAN MANUSIA DI PADANG MAHSYAR

nl.wikipedia.org
Seram juga bila baca;         
=======================================
1.🌺  Dibangkitkan dalam keadaan tanpa tangan dan kaki. Mereka adalah orang yang ketika di dunia suka mengganggu tetangga.

2.🌺  Dibangkitkan dalam keadaan menyerupai babi. Mereka adalah golongan yang malas dan lalai dalam sholatnya.

3.🌺  Dibangkitkan dalam keadaan perut membesar dengan di dalamnya penuh dengan ular dan kala jengking karena di dunia mereka tidak membayar zakat.

4.🌺  Dibangkitkan dalam keadaan mulutnya mengalir darah karena ketika berniaga/berdagang, mereka suka menipu.

5.🌺  Dibangkitkan dalam keadaan lebih buruk dan busuk daripada bangkai karena ketika di dunia, mereka selalu melakukan maksiat secara sembunyi, kerana takut dilihat orang , tetapi tidak takut kepada Allah S.W.T.

6.🌺  Dibangkitkan dalam keadaan leher terputus karena ketika di dunia selalu memberi kesaksian palsu.

7.🌺  Dibangkitkan dalam keadaan tanpa lidah karena selalu berdusta ketika di dunia.    
     
8.🌺  Dibangkitkan daripada kubur dalam keadaan kepala tersungkur, sedangkan kedua – dua kakinya di atas kepala dan kemaluannya mengeluarkan nanah yang mengalir seperti air karena ketika hidup, golongan ini suka berzina dan mati sebelum sempat bertaubat.     
    
9.🌺  Dibangkitkan dalam keadaan wajah yang hitam tetapi matanya biru dan perutnya di penuhi api karena ketika di dunia, mereka selalu memakan harta anak yatim secara zalim.   
      
10.🌺  Dibangkitkan dalam keadaan sopak dan kusta karena ketika hidup di dunia dia durhaka kepada orang tuanya.  
    
11.🌺  Dibangkitkan dalam keadaan buta hati, giginya seperti tanduk, bibirnya menjulur sampai ke dada, lidahnya sampai keperut manakala perutnya pula menjulur sehingga ke paha dengan perutnya penuh kotoran karena ketika hidupnya, mereka gemar meminum arak.
        
12.🌺  Mereka yang dibangkitkan daripada kubur dengan wajah bercahaya seperti bulan purnama dan melewati sirat' (titian Mustaqim) seperti kilat kerana golongan itu ketika hidupnya rajin beramal sholeh, meninggalkan maksiat dan menjaga sholat lima waktunya dengan berjama'ah.         

Sekarang Anda mempunyai (dua) pilihan;         
. Biarkan Tulisan ini berada di PAGE ini, dan orang lain tidak membaca.
        
. Menyebarkan ke-teman Anda yang lain dengan meng-Klik ''BAGIKAN'' agar orang lain ikut termotivasi dan Insya Allah Anda mendapat PAHALA.
        
''...Undzur ma Qaala, Wala Tandzur man Qaala...''

MUHAMMADIYAH SUDAH JADUL ......

youtube.com
 Coba kita amati perjalanan ormas yang menamakan dirinya Muhammadiyah selama 105 tahun sejak berdirinya 18 Nopember 1912 M. Bahkan sudah 109 tahun menurut kalender hijriyah, sejak 8 Dzulhijjah 1330 H. Dari dulu hanya begitu-begitu saja. Katanya KH. Ahmad Dahlan membangun pondasi persyarikatan dengan batu keteguhan aqidah yang lurus, pasir purifikasi, semen modernitas berkemajuan dan air kepedulian sosial.

Ternyata di perjalanan kiprahnya tidak bersedia proklamasi menjaga NKRI, absen di penghakiman intoleransi, enggan mengklaim paling menjaga kebhinekaan, tidak turut bersorak pada gegap gempitanya isu radikalisme.

Jawabannya hanya satu, karena Muhammadiyah ‘uwis lawas’. Maksudnya sejak dulu sudah mati-matian berkontribusi untuk kemajuan negara bahkan mendorong dan berpartisipasi aktif mendirikan NKRI. Paling jago menghargai perbedaan tidak pernah membubarkan kegiatan. Menyikapi isu radikalisme dengan sangat rasional. Gerakan intoleransi cukup diserahkan polisi.

Tuesday, December 12, 2017

Jokowi Tegaskan Bukan PKI yang Mengancam Pancasila, Tapi Radikalisme

news.okezone.com
Saya Muslim, Islam ajaran saya, bila ada yang bilang ajaran saya perlu diwaspadai, ya jelas saya tersinggung. Pasti saya akan buat apapun yang saya bisa untuk membela Islam

Logikanya, bila ada yang tersinggung saat ada gerakan waspadai bangkitnya komunis, melakukan apapun untuk membela komunis, maka siapa dia dan ajarannya? Tebak sendiri

Bagaimana caranya membela komunisme? Ada dua cara. Satu, buat citranya jadi baik. Kedua, buat citra musuh-musuh anda jadi buruk. Hingga ramai manusia bersimpati

Lihat saja, bagaimana di tayangan-tayangan kita saksikan bahwa PKI memframing bahwa mereka adalah pendukung pemerintah paling utama, loyalis Soekarno, dan semisalnya

Di lain sisi, mereka memosisikan diri sebagai korban, sebagai tumbal propaganda orde baru, kaum yang patut dikasihani, padahal mereka brutal, sadis dan bengis

Saat ini, isu itu berganti bentuk, dengan melabeli semua gerakan yang anti-komunis seolah sebagai gerakan yang menjadikan isu komunis ini jadi alat menggulingkan pemerintah

Selain itu mereka juga menstigmatisasi Islam dan syariatnya sebagai pemecah bangsa, ulamanya sebagai aktor makar, persis sama dengan cara PKI di masa yang lalu

Saat PKI dekat dengan penguasa dulu, Masyumi dibubarkan, HAMKA, Natsir, dan ulama lainnnya dikriminalisasi. Ini lagu lama dengan penyanyi baru, bahanyanya tetap sama

Khilafah yang merupakan ide Islam dianggap seolah lebih berbahaya daripada ide komunis yang sudah mengakibatkan jutaan nyawa meregang di pelbagai sudut dunia

Perppu Ormas yang dikeluarkan, amaran yang penguasa berikan, ternyata lebih galak dan menghantam ummat Islam, sementara ide atheis, liberalis, komunis, diberi ruang diskusi

Sejarah mencatat, adalah komunis yang pernah membantai manusia tanpa ampun di Indonesia, sejarah mencatat pula, Islam dan Muslim yang selalu menyelamatkan negeri ini

Lalu mengapa sampai saat ini, Islam dan Muslim selalu dituduh dengan tuduhan tak pantas? Mengapa semua Aksi Bela Islam selalu dituduh menggoyang kekuasaan?

Bagi kami Muslim, ada banyak hal yang lebih penting dari sekedar berkuasa, yang tak dibawa mati. Ada iman, ada amal salih, ada dakwah, ada jihad, yang lebih kami cintai.

👤 Ustadz Felix Siauw

Malaikat Kecil di Tengah Hujan



SETIAP selesai sholat jum'at tiap pekannya, seorang imam (masjid) dan anaknya (yg berumur 11 tahun) mempunyai jadwal membagikan buku – buku islam, diantaranya buku at-thoriq ilal jannah (jalan menuju surga). Mereka membagikannya di daerah mereka di pinggiran Kota Amsterdam.

Namun tibalah suatu hari, ketika kota tersebut diguyuri hujan yang sangat lebat dengan suhu yang sangat dingin.
Sang anakpun mempersiapkan dirinya dengan memakai beberapa lapis pakaian demi mengurangi rasa dingin. Setelah selesai mempersiapkan diri, ia berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, aku telah siap."

Ayahnya menjawab: "Siap untuk apa?"

Si anak berkata: "Untuk membagikan buku (seperti biasanya)."

Sang ayahpun berucap: "Suhu sangat dingin di luar sana, belum lagi hujan lebat yang mengguyur."

Sang anak menimpali dengan jawaban yang menakjubkan: "Akan tetapi, sungguh banyak orang yang berjalan menuju neraka diluar sana dibawah guyuran hujan."
Sang ayah terhenyak dengan jawaban anaknya seraya berkata: "Namun ayah tidak akan keluar dengan cuaca seperti ini."

flickr.com
Akhirnya anak tersebut meminta izin untuk keluar sendiri. Sang ayah berpikir sejenak dan akhirnya memberikan izin. Iapun mengambil beberapa buku dari ayahnya untuk dibagikan, dan berkata: "Terimakasih, wahai ayahku."

Di bawah guyuran hujan yang cukup deras, ditemani rasa dingin yang menggigit, anak itu membagikan buku kepada setiap orang yang ditemui. Tidak hanya itu, beberapa rumahpun ia hampiri demi tersebarnya buku tersebut.

Dua jam berlalu, tersisalah satu buku di tangannya. Namun sudah tidak ada orang yang lewat di lorong tersebut. Akhirnya ia memilih untuk menghampiri sebuah rumah di seberang jalan untuk menyerahkan buku terakhir tersebut.

Month's Visit