Ngarep Sama Allah

Monday, January 1, 2018

*LAUT TERBELAH DI ILC*

republikaindonesia.blogspot.com

© Doni Riw

Setelah dipersekusi berkali-kali, Nabi Musa akhirnya berlari hingga tepi laut merah. Firaun dan pasukannya mengejar tak jauh di belakang.

Ketika memukulkan tongkatnya ke bibir pantai, nabi Musa tidak sedang mempraktekkan kesaktian, tapi tengah mematuhi perintah Allah.

Laut terbelah itu bukan karena kecerdasan Musa, melainkan kehendak Allah untuk menenggelamkan Firaun.

Dalam cerita yang berbeda, di jaman yang berbeda, ada seorang juru dakwah yang kerap dipersekusi.  Pengajiannya dibubarkan berulang kali.

Tak lupa, dua orang Fira'un kecil gemar membuli di dunia maya. Ketika publik simpati pada si juru dakwah karena pengajiannya dibubarkan, sang Firaun berkata; "playing victim"

Si juru dakwah terus istiqomah. Dakwah mengikuti metode nabi besar junjungannya. Sampai Allah menghendaki dia berhadapan dengan Firaun kecil pembulinya.

Siapa sangka pertemuan itu seolah menjadi laut terbelah yang siap menenggelamkan Firaun dunia Maya.

Tanpa bekal ilmu memadai, dua Firaun kecil percaya diri menelusup di antara dinding samudera. Berharap menghabisi si juru dakwah de depan jutaan pasang mata.

Bukan semata karena kecerdasan si juru dakwah, jika samudera akhirnya menggulung dua Firaun dunia maya.

Dua Firaun kecil yang biasanya congkak melecehkan dakwah itu ditenggelamkan. Tak hanya oleh orang-orang yang dahulu disakitinya. Tetapi juga oleh teman sekubu yang dulu berdiri satu barisan, demi mencari aman agar kejatuhan tak turut menyeretnya.

Tangan Allah sungguh sedang bekerja. Tak rela jalan kebenaran dan para kekasihnya dianiaya kejahilan membabi buta.

Selanjutnya, tak sabar laut lain menunggu Firaun-Firaun berikutnya.

Jogja, 81217

***

te.me/doniriw_channel
IG: @doniriw

0 comments:

Post a Comment

Month's Visit