*Rezeki* tidak ada
_Gaji_ itu dari Boss
*Rezeki* itu dari Allah
_Gaji_ itu hanya uang,
*Rezeki* bisa berupa banyak hal.
_Gaji_ itu dijemput dengan kerja.
*Rezeki* itu dijemput dengan taqwa.
_Gaji_ itu sudah terduga,
*Rezeki* itu seringnya tak terduga.
_Gaji_ mungkin sudah besar, tapi terasa kurang,
Tapi *rezeki* berkah itu, selalu mencukupi, meski tak seberapa..
_Gaji_ harus dikejar, dicari dan diusahakan dengan bekerja.
Namun *rezeki* bisa datang bagi orang yang bertaqwa.
_Tidak semua_ orang memiliki _gaji_, tetapi *setiap orang* memiliki jatah *rezeki*nya.
_Gaji_ tidak menentukan batas akhir ajal seseorang, tetapi
*rezeki* bila telah genap diterima seseorang, maka itulah saatnya ajal tiba.
_Gaji_ memungkinkan tertukar dengan lain orang, tetapi
*rezeki* tidak akan pernah ketukar.
_Besaran gaji_ ditentukan oleh masa kerja dan kinerja, sementara
*besaran rezeki* ditentukan amal shaleh dan takwa.
_Gaji_itu hanya sebagian kecil saja dari *rejeki*
So, jangan pernah cemas, khawatir, resah, dan gundah terhadap nasib yang akan datang, terlebih jangan pernah merasa susah dan sedih terhadap yang luput dari masa lalu. Yakini dan rela lah bahwa ketentuan Allah tepat dan indah pada saatnya.
*Selamat mendapatkan rezeki halalan thayyiba*
Semoga bermanfaat...🙏







0 comments:
Post a Comment