Ngarep Sama Allah

Sunday, July 2, 2017

ANTARA DUNIA DAN AKHIRAT

Didin Herdiastuti:


Saudaraku.....
Jika dunia dan akhirat dimaknai sebagai alam maka akan begitu mudah kita membedakan mana dunia dan mana akhirat. Karena saat ini kita hidup di dunia berarti yang kita tempati sekarang ini adalah alam dunia. Tetapi persoalan dunia dan akhirat bukan hanya persoalan perbedaan alam. Di dalamnya mengandung tata nilai dan esensi kehidupan yang sangat mendasar. Dalam hal ini perbedaan keduanya sangatlah tipis.  Tetapi walaupun  sangat tipis, perbedaan tersebut sangat menentukan nilai keseluruhannya. Oleh karena itu sebenarnya tidak mudah  kita membedakan antara keduanya apalagi sampai mendikotomikannya. 

Saudaraku...
Pada wilayah esensi, kita bisa mengatakan bahwa didalam dunia ini  sebenarnya ada akhirat. Begitu pula dengan sebaliknya, didalam akhirat itu juga ada dunia. Dengan demikian secara esensi apapun yang kita lakukan di dunia ini dan itu berdampak pada nilai kehidupan akhirat maka itu adalah amal akhirat walaupun secara fisik wujudnya adalah amal dunia. Sebagai contoh, makan, minum, tidur, dst, bisa menjadi amal akhirat walaupun secara fisik itu adalah amal dunia. Demikian juga dengan kegiatan yang lainnya, seperti kerja cari nafkah keluarga dan lain-lain. Itu semuanya bisa menjadi amal akhirat.

Lalu pertanyaannya, kapan itu semua bisa menjadi amal akhirat? Jika masing-masing kegiatan yang kita lakukan di dunia semakin membuat kita dekat kepada Allah dan dengannya kita semakin bisa beramal kebaikan lainnya, maka  itu artinya kita sedang mengerjakan  amal akhirat kendatipun bentuknya adalah amal dunia.

Dengan demikan bagi kita yang  bekerja dan dalam urusan kerja itu kita konsisten terhadap aturan Allah, bersih niatnya, serta dilakukan untuk memenuhi kebutuhan diri, keluarga dan orang-orang yg menjadi tanggungan kita. Termasuk juga untuk aneka amal kebaikan lainnya, maka sebenarnya saat itu kita sedang beramal akhirat.

Rasulullah SAW bersabda:
إِنْ كَانَ يَسْعَى عَلىَ وَلَدِهِ صِغَارًا فَهُوَ فِي سَبِيْلِ اللهِ وَإِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى عَلىَ أَبَوَيْنِ شَيْخَيْنِ كَبِيْرَيْنِ فَفِي سَبِيْلِ اللهِ وَإِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى عَلىَ نَفْسِهِ لِيَعِفَّهَا فَفِي سَبِيْلِ اللهِ وَإِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى عَلىَ أهله فَفِي سَبِيْلِ اللهِ وَإِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى تَفَاخُرًا وَتَكَاثُرًا فَفِي سَبِيْلِ الطَّاغُوْتِ
"…kalau ada seseorang keluar dari rumahnya untuk bekerja guna membiayai anaknya yang masih kecil (yg masih dalam tanggungannya), maka ia telah berusaha fisabilillah. Jikalau ia keluar bekerja untuk kedua orangtuanya yang sudah tua, maka ia fisabilillah. Jikalau ia bekerja untuk dirinya sendiri agar tidak sampai meminta-minta pada orang lain, itupun fisabilillah. Jikalau ia bekerja untuk keluarganya, maka ia fisabilillah. Tetapi apabila ia bekerja untuk pamer atau untuk bermegah-megahan, maka itulah fisabili syaithan atau karena mengikuti jalan syaithan." (HR. Thabrani)

Lalu apa yg dimaksudkan dengan istilah dunia yg harus kita jauhi itu? Dunia yg harus kita jauhi adalah dunia sebagai mata'un ghurur, kesenangan yang menipu. Dunia yang harus kita jauhi adalah dunia sebagai fitnah, dimana  segala sesuatunya membuat kita lupa kepada Allah, jauh dari Allah, berpaling dari Allah, hubungan kita dengan-Nya terbengkalai, sehingga secara otomatis akhiratnya pun menjadi terbengkalai. 

Saudaraku...
Begitupun sebaliknya.  Ada orang yg sepertinya beramal akhirat tapi ternyata tujuannya adalah dunia maka sesungguhnya orang itu sedang berbuat amal dunia walaupun wujudnya sepertinya adalah amal akirat. Dalam hal ini  misalnya shalat, taklim, membangun masjid, membangun panti  dll. Semua itu  sebenarnya adalah amal akhirat, tapi bisa berubah menjadi amal dunia jika  pelakunya terpeleset hanya untuk mencari keuntungan dunia.

Dengan demikian selama kita hidup di dunia dan beraktifitas didalamnya, masalah perbedaan dunia dan akhirat itu lebih bersifat maknawi, selain perbedaan materi. Dunia dan akhirat terkadang terlihat sebagai sesuatu yang satu, tidak terpisah. Yang memisahkan adalah nilai, esensi, dan juga obsesi. Tugas kita saat ini, adalah menjaga agar apa yang kita lakukan di dunia ini semuanya punya nilai kebaikan sampai akhirat. Karena jika kita perhatikan amal-amal untuk akhirat seluruhnya kita kerjakan di dunia ini. Betapa kita semuanya pernah mendengar, ada ungkapan  الدُّنْيَا مَزْرَعَةُ الآخِرَةِ (Dunia merupakan ladang akhirat). 

Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk bisa menjadikan dunia ini menjadi sebaik-baik 'ladang akhirat' kita, agar kita semua, kapanpun dan dimanapun bisa senantiasa menikmati panen raya. Aamiin ya Robbal-'alamiin.

Wallahu a'lam bish-shawab 
---------------------------

0 comments:

Post a Comment

Month's Visit