Suatu saat Rasulullah saw, bertitah disaat beliau berkumpul di tangah masjid bersama para shahabat:
*_.... sebentar lagi kalian akan melihat calon penghuni syurga......_*
Tak lama kemudian, masuklah seorang laki-laki kedalam masjid dengan wajah yang segar, karena habis wudlu. Laki-laki itu kemudian shalat _takhiyatul masjid_.
Penasaran terhadap sabda Rasulullah saw, maka shahabat Abdullah bin Amru bin Ash, secara diam-diam mengamati orang ini. Dia mengamati calon penghuni syurga, sampai pulang kerumahnya.
Abdullah bin Amr bin Ash, menyamar sebagai musafir yang membutuhkan rumah untuk menginap. Maka menginaplah dia dirumah calon penghuni syurga, selama tiga hari.
Hasil pengamatannya terhadap orang yang disebut oleh Rasulullah saw sebagai calon penghuni syurga adalah *_ia biasa biasa saja, tidak ada yang istimewa, kecuali hanya terdengar takbir dan dzikir ketika bangun dari tidur_.*
Ketika ia hendak pamit pergi, Abdullah membuka diri dan menceritakan tujuannya menginap serta bertanya mengenai ibadahnya.
Tetapi calon penghuni syurga hanya tersenyum saja.....
Ketika Abdullah akan menaiki ontanya, calon penghuni syurga berkata:
_.....aku adalah sebagaimana engkau lihat. *Hanya saja aku tidak pernah iri hati dan dengki* terhadap nikmat Allah SWT yang diberikan kepada orang lain. Setiap malam, sebelum tidur *aku membersihkan hati ku dari ujub, takabur, kedengkian dan rasa dendam*. Aku juga *tidak pernah berbuat curang (dholim)* kepada seseorang, baik muslim maupun bukan muslim....._
Semoga kita bisa mencontoh kebiasaan manusia calon penghuni syurga yang tersebut di atas.
Semoga bermanfaat
Wassalamu'alaikum wr wb
Dari sahabat mu
Imam Syaukani






0 comments:
Post a Comment